Lovebird atau nama latinnya agapornis dari kata aga yang berarti cinta pornis yang berarti burung. Di indonesia sudah banyak sekali breeder atau peternak yang konsen membudidayakan burung ini, dari yang pemain kelas atas maupun kelas sayur.
Di tengah isu2 bahwa lovebird mengalami penurunan trend dan harga para breeder berlomba-lomba memunculkan berbagai macam mutasi yang unik dan langka.
Dari yang hanya sekedar berjudi dengan memasangkan mutasi A x mitasi B berharap keluar mutasi yang di inginkan samapi yang memang benar-benar memperhatikan teori genetika.
Tak jarang kedua kubu ini saling berdebat di grup-grup media sosial.antara teori dan ngawur asal manak kalo bahasa jawanya.
Sebelum lebih lanjut berbicara soal lovebird ini mari kita sedikit mengenal beberapa ras pada lovebird terlebih dahulu.
Ras lovebird/agapornis fischer atau kacamata :
Agapornis Fischeri
Ciri yang jelas dari ras ini adalah bermuka merah pada generasi hijau, bermuka putih pada generasi biru, dan bermuka kuning kunyit pada generasi parblue. Marking merah pada muka di sambung hijau zaitun pada kepala bagian belakang dan ada pemisah marking menjulur dari jidat kemudian terputus pada bagian kacamatanya dan menyambung lagi sampai bagian dada.
Sebenarnya tidak mutlak merah pada muka tidaklah murni merah, namun merah ke oranye nan.ada warna lain yang membatasi marking yaitu bulu dengan warna kekuningan. Bulu tungkir/rum berwarna keunguan.adapun regulasi dari BVA silahkan langsung mengunjungi website nya atau situs rujukan lain. Saya hanya memberikan gambaran sesuai pengetahuan saya saja
Agapornis lilliane nyasa
Banyak yang sering keliru antara nyasa dan fischeri, kenapa?Karena memang sekilas memang tampak mirip.terus yang membedakan apanya?mari kita bahas.dari bagian kepala warna merah atau orange nyasa markingnya sampai keatasa kepala agak kebelakang lagi bukan di jidat seperti fischeri.
Terus pada bagian mata, nyasa ini mempunyai mata yang unik yang berbeda sama ras fischeri yang terlihat seperti manik-manik, orang kita biasa menyebut mata air.kemudian pada bagian paruh terdapat gradasi warna antara merah muda dari pangkal kemudian memerah tua pada bagian ujung paruh.
Pada kepala bagian belakang juga tampak warna olive muda sampai ke mantel.pada bulu tungkir atau bulu rum berwarna hijau polos alias tidak ada warna ungu seperti ras fischeri.dari segi ukuran nyasa juga relatif berukuran lebih kecil di banding ukuran lovebird lainnya.
Agapornis Nigrigenis
Sekilas mirip dengan personatus, namun ini merupakan ras berbeda dari personatus.ciri fisik ras nigrigenis ini adalah berukuran kecil dengan bulu tungkir polos hijau, topeng hitam dengan paduan dada berwarna merah keorenan hanya sedikit membentuk dasi.
Sama dengan lilliane ras ini mempunyai mata coklat atau biasa disebut mata air serta pangkal paruh yang cenderung pucat bergradasi merah hingga ke ujung paruh.termasuk langka di indonesia yang benar-benar serius menangkarkan ras ini dan mempertahankan keasliannya.karena memang sulit mendapatkan varian mutasi pada ras ini.
Mungkin yang sering anda lihat di postingan grup yang seklias mirip hanyalah seekor burung hybrid atau silangan antara ras personata dan fischeri yang masih menyisakan bulu hitam di topeng bawah namun memiliki bulu kemerahan pada jidat.
Agapornis Personatus
Personatus atau yellow collared atau dakocan bila orang kita menyebut ras lovebird ini.kepala hitam dengan blocking yang tegas lalu turun kebawah berwarna kuning melingkar dari leher belakang sampai dada dan tak jarang blocking nya sampai ke batas paha.
Warna hijau pada ras ini juga sedikit tua bila dibandingkan dengan ras fischeri.Terkadang kita sering menjumpai di beberapa postingan grup yang menjual dengan label perso, asal kepala hitam pekat berarti masuk perso, padahal banyak sekali faktor yang menjadi penilaian dari kategori ras personata ini.
Umumnya memang sudah hybrid yang ada di pasaran.yaitu hanya burung berkepala hitam legam dengan sedikit gradasi warna orange di antara blocking kuning dan hitam jika di burung seri hijau.sedangkan pada burung seri biru terdapatnya warna gradasi abu terang pada bagian leher belakang.
Tak jarang pada bagian leher depan sampai dada tidak berwarna putih bersih.yang hanya berwarna abu terang yang mendekati warna putih. Dari segi postur juga mengalami penurunan dalam hal ukuran.karena memang hybrid ini kebangakan di hasilkan dari kawin silang antara personatus dengan nigrigenis yang bertujuan pada arah suaranya, bukan perolehan mutasi warnanya
Setelah sedikit penjelasan di atas sudahkah anda memilih yang memang benar-benar memikat hati anda?
Untuk pemula memang sebaiknya memilih warna yang sedap di pandang dan sesuai selera masing-masing.
Untuk menjaga stabilitas mental dan menyiasati kebosanan yang melanda jikalau nanti dalam proses berternak tak kunjung membuahkan hasil maka anda tetap bisa memandangi burung tersebut dengan perasaan senang.
Karena dalam proses berternak lovebird ini memang membutuhkan kesabaran yang lumayan tinggi yang di sebabkan beberapa faktor yang nanti akan saya jabarkan sesuai dengan pengalaman saya sendiri pada postingan berikutnya.